Viagra online
XANAXadderall onlineLevitraPuppies for sale
Pesan Video dan MP3 Baby Einstein
Mar
17th

Si Kikir Dan Malaikat Maut

Files under Cerita Motivasi | Posted by admin

malaikat.jpgSetelah bekerja keras, berdagang dan menjadi rentenir, si kikir telah menumpuk harta, hingga hartnya jika dihitung-hitung mencapai tiga ratus ribu dinar.
Ia memiliki tanah luas, beberapa gedung, dan segala macam harta benda.
Kemudian ia memutuskan untuk beristirahat selama satu tahun.
Hidup nyaman, dan kemudian menentukan tentang masa depannya.

Tetapi, segera setelah ia berhenti mengumpulkan uang, Malaikat Maut muncul di hadapannya untuk mencabut nyawanya. Si kikir pun berusaha dengan segala daya upaya agar Malaikat Maut itu tidak jadi menjalankan tugasnya. Si kikir berkata, “Bantulah aku, barang tiga hari saja. Maka aku akan memberimu sepertiga hartaku.

Malaikat Maut menolak, dan mulai menarik nyawa si kikir.
Kemudian si kikir memohon lagi, “Jika engkau membolehkan aku tinggal dua hari saja, akan kuberi engkau dua ratus ribu dinar dari gudangku.”

Tetapi lagi-lagi Malaikat Maut pantang menyerah dan tak mau mendengarkannya. Bahkan ia menolak memberi tambahan satu hari demi tiga ratus ribu dinar dari si Kikir.

Akhirnya si kikir menulis berkata, “Kalau begitu, tolong beri aku waktu untuk menulis sebentar.”

Kali ini Malaikat Maut mengijinkannya, dan si kikir menulis dengan darahnya sendiri:
“Wahai manusia, manfaatkanlah hidupmu. Aku tidak dapat membelinya dengan tiga ratus ribu dinar.

Pastikan engkau menyadari nilai dari waktu yang engkau miliki.


2 Responses to “Si Kikir Dan Malaikat Maut”

  1. By Jejen Jaelani on Jul 16, 2009 | Reply

    Harta yang hilang dapat dicari kembali, akan tetapi lain dengan waktu. Waktu yang tlah terlewati takkan pernah kembali walau hanya sedetik.

  2. By agus suparji on Jan 4, 2010 | Reply

    bekerjalah untuk hidup yg berarti ,bukan hidup untuk mencari harat. memang segalanya butuh uang, tapi uang bukan segalanya

You must be logged in to post a comment.