
Saya selalu ingat sosok dosen yang mengajar ilmu Kimia Dasar ditahun pertama masa perkuliahan. Beliau mengatakan “Keledai, tidak pernah terjerumus kedalam lubang yang sama.” Kalimat itu pendek. Tetapi penuh makna. Dan ingatan saya menyimpannya lebih baik dibandingkan terhadap ilmu kimia itu sendiri. Sesungguhnya, dosen saya itu sedang menyampaikan pesan supaya kita - manusia – tidak melakukan kesalahan yang sama secara berulang-ulang. Tanpa disadari, ternyata memang kita mempunyai sifat mengulang-ulang kesalahan semacam itu. Kita tahu bahwa itu salah, tapi dilakukan lagi, dan lagi. Kita bertobat. Namun, kembali melakukannya. Mengapa ya?
Baca artikel ini »

Loading ...
Belum ada komentar »
Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, “Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.
Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.
Baca artikel ini »

Loading ...
Belum ada komentar »