Viagra online
XANAXadderall onlineLevitraPuppies for sale
Pesan Video dan MP3 Baby Einstein
Jul
12th

Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?

Files under Cerita Motivasi | Posted by admin

Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Tuhan diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan”.

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.”

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.”

Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.”

“Jika engkau masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.”

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .”

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug’rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.”


2 Responses to “Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?”

  1. By Freddy on Apr 30, 2009 | Reply

    Terima kasih Tuhan atas segala penyertaan Mu yg telah Engkau berikan kepada kami

  2. By m ihsan dacholfany (Pudek Tarbiyah IPRIJA 2006) on Jun 13, 2009 | Reply

    Syukur

    Seringkali pertanyaan itu terlontar, mencari bentuk sesungguhnya dari kata Syukur
    Apa arti syukur ?, bagaimana mensyukuri ?, seperti apa interpretasi dari syukur ?
    Hari ini saat bangun tidur, saat nafas terhirup seorang teman mengatakan bersyukurlah kau masih diberi hidup
    Kemarin saat kaki melangkah, seorang cacat menegur kakiku dengan keluhannya, bersyukurlah kau memiliki kaki yang lengkap
    Tiga hari yang lalu ketika lolos dari kecelakaan semua orang merubungiku dan mengucapkan syukur, “untung kau selamatâ
    Dua bulan kemarin, ketika anakku lahir, suamiku tak henti-henti berucap alhamdulillah, bersyukur ?
    Setahun lalu saat aku menikah handai taulan merestui seraya menceritakan wanita-wanita lain yang belum mendapat jodoh di usia yang semakin matang. Bersyukur ?
    Ayah bahkan merayakan kelulusanku dengan mengadakan syukuran
    Tapi, aku tak mengerti apa itu syukur
    Saat kisah malaikat kesepian terima kasih diceritakan aku semakin tak mengerti ….
    Entahlah, bagiku saat Tuhan memberiku nafas, Tuhan memintaku bertanggung jawab menjalankan hari
    Ketika Tuhan membiarkan kaki dan fisikku sempurna, aku merasa Tuhan memintaku menggunakannya dengan responsibilitas tinggi yang kadang aku sulit mewujudkannya
    Dan saat Tuhan memberiku seorang Anak, aku terlalu rinci memikirkan biaya hidup, dan pekerjaan yang mesti kutempuh demi masa depan anakku
    Waktu seorang pria memintaku menjadi pendampingnya, aku merelakan kebebasanku demi tanggung jawab atas nama keshalihan
    Demi wisuda, aku merinding memikirkan amanah keilmuan yang selama ini kupelajari
    Ah, Tuhan … semakin banyak kau beri aku kenikmatan, semakin besar tanggung jawab yang mesti kupenuhi
    Semakin banyak pula keluhanâ ku
    kenikmatan itu tak ubah amanah, kenikmatan itu tak ubah sebuah responsibilitas hidup
    Karenanya, terima kasihku seringkali berubah permohonan dan permintaan lain
    Ketika terbangun pagi dengan helaan nafas panjang, kuminta Kau mudahkan aku dan lindungi aku dari kekhilafan kata, kesesatan hati dan kegelisahan jiwa
    Ketika aku selamat dari kecelakaan aku memohon dalam malam agar berkurang dosaku dengan ampunanmu, karena kematian hanya meninggalkan amalan yang tak pernah mampu kuketahui, “sudah cukupkah amalanku?
    Ketika anakku menangis menatap dunia, aku menangis mendengar zaman yang semakin sulit untuk keshalihan anakku, maka aku semakin sering berpuasa dan membangunkan malamku untuk semakin banyak meminta .Mengharap Engkau Tuhan menjaga hidup mereka karena aku takkan pernah bisa selalu mengawasinya
    Ketika Ijab kabul terdengar lantang, tangisku semakin sulit terhenti karena wanita shalihah adalah pilihan antara suami dan orang tua, tahukah membangun hubungan antara orang tua, mertua, suami dan keluarga besar ada di pundak seorang wanita … Ah, betapa tidak ringannnya .
    Maka, saat wisuda semua orang tertawa, aku merenunginya semalaman suntuk, menelaah ilmu yang kudapati,
    Aku takut nuraniku berpaling dari ilmu menjadi harta. Aku takut nafsuku menggeliat meminta penghormatan atas nama gelar. Aku juga takut harga diriku tergadai demi gengsi kehidupan ….
    Akhirnya, aku selalu tak sempat berterima kasih. Bagiku Tuhan adalah tempat meminta tanpa henti, bagiku Tuhan adalah tempat aku bersandar, Tuhan adalah segalanya,
    aku tak tahu apa aku makhluk penuntut, apa aku makhluk tak berterima kasih
    Yang aku tahu, dunia ini tak pernah ramah
    Yang aku tahu, terlalu banyak syetan di lingkungan ini
    Yang aku tahu, tanggung jawab hidup adalah prioritas ibadah
    Aku ingin berterima kasih …, ajarkan aku kawan
    Aku tak ingin membiarkan Tuhan merasa sepi rasa terima kasih
    Tapi aku tak mengerti apa itu syukur …. Aku tak paham apa implementasi syukur
    Aku juga tak mengerti kenapa sulit untuk tidak meminta
    Semakin banyak aku merasa diberi semakin banyak itu pula aku meminta
    Kumohon ajari aku bersyukur
    Ayahku pernah menjawabnya sebelum maut menjemput nafas halusnya
    Tugasmu hanyalah bekerja, berjuang dan berbuat, jangan berfikir apa yang akan terjadi, jangan takutkan hasil yang kan kau dapatkan dan jangan sombong dengan usahamu. Bersyukur adalah membiarkan Tuhan menentukan episiklus hidup ini. Seperti ikhlas, senada dengan tawakkal, seiring sejalan dengan Islam,
    maka sampai detik ini hamdalah bagiku tidak ungkapan syukur, tetapi pujian
    Namun, kemudian aku bertanya kembali, Terlalu banyakkah aku meminta ?
    Kapankah aku memiliki kesempatan bersyukur

You must be logged in to post a comment.